Tampilkan postingan dengan label XII IPA 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XII IPA 2. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2014

XII IPA 2 : Ketika Jam Pelajaran Kosong

            Here we go again with XII IPA 2! *tepuk tangan*
            Gue kembali membuat posting—yang meskipun telat—bertajuk XII IPA 2. Entah mengapa, tidak ada satu pun hal biasa yang mereka lakukan. Karena menurut gue dan mungkin seluruh makhluk astral yang bisa lihat tingkah polah kelas ini, XII IPA 2 itu keren, kocak, koplak, katro, bahkan kalem! Semua jadi satu dengan kesadaran yang membuahkan rasa luar biasa.
Gue bersyukur telah dikenalkan pada mereka, segenap makhluk-mahkluk tidak jelas yang selalu membawa tawa, dan dengan bangga gue menyebut diri gue sebagai bagian dari XII IPA 2. Setiap hari, menit, bahkan nano detik, XII IPA 2 selalu memberikan kesan mendalam yang terasa unik untuk diulik.
Contohnya kemarin, saat pelajaran ke dua yakni bahasa Inggris yang dijadwalkan untuk ujian praktek debat, kami berakhir dengan saling curhat juga berfoto ria. Ada kelompok yang sibuk ngerumpi—Aul biasa bilang mereka genk oom-oom rumpi—dan ada juga yang heboh ngegembel di koridor depan kelas.
           Yeah, here we go with some photos. Enjoy it, guys J

Arum dkk berlatar daun kering andalan kelas XII IPA 2 

 Ini dia genk oom-oom rumpi tapi terhalangi sabetan gagang sapu dari Bara

 Ini dia biang keroknya a.k.a Bara bersama duo Riska, Gulardi, & Khoolish

Tim gembel ria di koridor depan kelas

 Ditambah Faqih sang juru printer dan Risma si calon pilot

 Keisengan Bara dan Faqih diiringi kejahilan Deden di taman cinta

 Ini dia pasangan paling yahud versi majalah yang terancam bangkrut :p

Girl Band ala XII IPA 2 dengan penampakan makhluk kasar di belakang~

         NB : Buat Nurdin, get well soon ya. Kita semua nunggu lo. Kita masuk sekolah, bahkan masuk kelas XII IPA 2 di pertengahan 2013 kemarin bareng lo, jadi kita harus lulus bareng juga ya. Lo lebih kuat dari yang lo pikir dan setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk menjadi lebih baik, termasuk lo. Semangat, Nurdin! \(^o^)/

Hari Toko Banyak Libur, 7-3-14
Setelah gereget lawan tugas perspektif

Sambil dengerin lagu No Air dari Jordin Sparks

Sabtu, 25 Januari 2014

Foodscape ala Fantastic Four

             Fantastic Four adalah sebuah tim dadakan yang tercipta setelah gue—Nurisya Febrianti—bertemu dengan Aulia Khoirunnisa, Moudy Karina, dan Riska Amelia di kelas XII IPA 2. Berawal dari posisi duduk kami yang tepat satu baris, akhirnya lahirlah Fantastic Four yang selalu memiliki ide juga semangat aneh dalam hal berkerja sama.
Tim ini sangat diandalkan dalam mata pelajaran Fisika di mana Aul dan Riska yang menjadi pelopor penjamin nilai, gue yang selalu menyumbangkan doa sambil tidur, dan Moudy yang dengan sabar selalu jadi juru tulis handal.
            Hari ini, kami melangkahkan kaki dalam dunia yang sama sekali berbeda dari itu. Kami membuat sebuah karya seni rupa, untuk Ujian Praktek Seni, bertemakan foodscape. Sekadar informasi, foodscape adalah sebuah karya seni berupa miniatur dari alam yang dibentuk dari kumpulan makanan segar dan berkualitas. Intinya, segala sesuatu yang ada pada papan kami adalah makanan.
            Dimulai dari kesibukan kami untuk menentukan bahan, lalu keraguan kami karena sama sekali belum pernah membuat itu, dan diakhiri dengan kenekatan kami yang langsung mengerjakan foodscape itu tanpa pernah berlatih sekali pun. Dan hasilnya, tak disangka-sangka, sangat sempurna.
            Kenapa gue mengatakan bahwa hasilnya sempurna? Apa karena foodscapenya benar-benar terlihat nyata dan lebih bagus dari gambar google?
            Tidak. Sama sekali bukan itu.
        Gue mengatakan hasilnya sempurna karena segala hal yang gue rasakan bersama Fantastic Four selama pembuatan karya ini. Gue merasa senang, nyaman, bersemangat, dan sangat menikmati prosesnya. Kami sering tertawa, diselingi dengan kunyahan makanan, juga tetap kompak ketika stuck. Kami saling bahu-membahu, pantang menyerah, namun tidak lupa untuk tetap bersenang-senang.
         Gue benar-benar bersyukur karena Allah SWT mempertemukan gue dengan mereka, dan mengizinkan gue untuk bekerja sama bersama mereka. Karya kami memang tidak sempurna, namun kebersamaan dan kerja sama kamilah yang sempurna. Dan di atas segalanya, gue bangga bisa menyelesaikan Ujian Praktek Seni terakhir di SMA ini bersama mereka.
            Yeah, we are Fantastic Four!
Foodscape bertemakan entah pertanian atau perkebunan

Salam Fantastic Four~


Hari Menjelang Libur Nasional, 25-01-14
Setelah tidur sore selama empat jam
Ditemani soundtrack dari Meteor Garden


Rabu, 13 November 2013

XII IPA 2 : Ketika Belajar Pkn

Hari ini gue belajar sesuatu yang cukup penting bersama Aul, di bangku paling belakang yang biasanya menjadi singgasana Marsekal dan Khoolish. Bahwa sebenarnya, setiap orang memiliki nilai plus dan minus yang membuatnya berarti bagi orang lain. Juga bahwa sesungguhnya, setiap orang itu baik. Hanya saja ada beberapa hal buruk yang ia lakukan dan membuatnya dikenal seperti itu, meski pada dasarnya ia tetap melakukan hal baik.
            Nah, bicara mengenai beberapa hal buruk, hari ini XII IPA 2 kembali melakukan rutinitasnya saat pelajaran PKn berlangsung, yaitu tidur berjamaah. Gue juga melakukannya, sementara Aul mendengarkan musik melalui my beloved headset, dan beberapa anak lainnya mengobrol dengan riang tanpa memerhatikan guru di depan.
Jika dilihat dari sudut pandang guru atau orang dewasa, hal yang kami lakukan jelas merupakan contoh sikap yang amat buruk. Secara tidak langsung, kami tidak menghargai dan tidak menghormati guru kami. Namun jika dilihat dari sudut pandang kami, layaknya remaja normal, hal itu hanya satu di antara segelintir hal konyol yang kami lakukan tanpa maksud jahat. Yah karena pada dasarnya, dewasa ini, setiap anak lebih suka melakukan hal yang akan membangkitkan rasa penasaran, bukan hanya mendengarkan penjelasan.
Melalui posting ini, gue dan segenap rakyat XII IPA 2 memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada guru PKn kami yang “berbudi luhur-berwawasan luas-baik hati-tidak sombong-selalu sabar”. Sebenarnya kami menghargai dan menghormati Anda, Pak. Kami bahkan sangat bersyukur karena diajar oleh Bapak. Hanya saja kami ini—para remaja yang rentan galau—tetap melakukan beberapa hal yang tidak seharusnya dilakukan, dan berhubung Bapak orang yang “berbudi luhur-berwawasan luas-baik hati-tidak sombong-selalu sabar” kami mohon maafkan kami. Semoga di masa yang akan datang Bapak bisa mendapat murid yang lebih baik dari kami. Salam PKn!
Untuk seluruh penghuni XII IPA 2, gue sama sekali tidak menyesal sudah mengikuti kalian untuk berbuat hal-hal konyol seperti itu, karena gue tahu dua puluh tahun dari sekarang gue akan tersenyum saat mengenangnya.
Okay, here we go with unbelieveble moment! Enjoy it, guys! J

Hari Pulang Cepet, 13-11-13
Setelah main flow karena nggak sanggup ngerjain Fisika

Dan diiringi lagu It Will Rain versi Boyce Avenue

 Tim ngobrol bareng a.k.a Konfrensi Meja Kotak hehehe

 Grup Arif yang lagi presentasi dan Gulardi yang lagi baca~

and the best student in the world goes to them! hahaha
di ujung ada Widyo, terus Bara, dan terakhir Lubna yang tidurnya elegan~ peace yak!

dan ini dia duo iseng yang sibuk paparazzi meskipun kameranya cacat hoho

Sabtu, 09 November 2013

XII IPA 2 : Nonton Bareng Final Destination 5

Hari Sabtu adalah hari di mana pelajaran nggak jelas berkumpul menjadi satu. Kemalasan yang membayangi langkah gue di hari Sabtu benar-benar nggak ada duanya. Khususnya hari Sabtu ini, setelah melewati jam pelajaran bahasa Arab yang moodbreaker parah, dilanjut bahasa Indonesia yang melibatkan kemurkaan sang guru. Untungnya Allah SWT masih memberikan keadilan bagi seluruh rakyat XII-IPA 2 karena PLH di jam pelajaran terakhir kosong.
            Seperti yang pernah gue ceritakan di bab Part of Introducing, XII-IPA 2 selalu memiliki segudang cara untuk membunuh bosan demi menunggu bel pulang bernyanyi. Dan hari ini, segenap rakyat XII-IPA 2 memutuskan untuk menonton film Final Destination 5. Mulai dari yang paling bawel, paling religius, sampai yang paling centil, semua berkumpul di depan laptop Ilham demi menonton film itu.
            Dan kalian tahu apa bagian terbaiknya? Mereka berteriak heboh di setiap adegan kematiannya. Benar-benar berteriak super kompak!
Ekspresinya pun beragam. Ada yang tutup mata; Bara. Ada yang jejeritan tapi tetap melotot; Anneke. Ada yang pasang muka mual; Cibow. Ada yang pasang muka kalem; Hafiz. Ada yang tetap ngoceh sepanjang jalan; Ferdy. Ada yang senyum geli; Widyo. Dan ada yang manjat bangku demi lihat adegan sadisnya; Shinta aka Cici aka John Lennon—hehe peace ya, Ci.
See ya in next chapter ‘bout XII-IPA 2~

Hari Pakai Baju Pramuka, 9-11-13
Setelah berjibaku dengan Biologi dan menuju PLH
Diiringi lagu Galaxy Supernova-nya SNSD


Ini dia foto hasil paparazzi yang berhasil gue lakukan yeah~ 


Jangan bosan ngelakuin hal-hal konyol ya, guys ;)

Jumat, 08 November 2013

XII IPA 2 : Goes to Suka Mantri

4 November 2013 adalah salah satu hari paling berkesan sepanjang 16 tahun 9 bulan 3 hari hidup gue. Tanpa sedikit pun prasangka apalagi bayangan, gue pergi ke Suka Mantri bersama seluruh warga XII-IPA 2 untuk pengambilan foto buku tahunan. Tapi di sini gue nggak akan membahas tentang acara fotonya, karena gue mau membahas tentang rasa kekeluargaan yang tumbuh di antara siswa/siswi XII-IPA 2.
            Dimulai ketika kami berkumpul di depan hall untuk berangkat ke Suka Mantri. Setelah menunggu selama kira-kira empat puluh menit, kami semua akhirnya berkumpul. Tanpa diduga, Bara memutuskan untuk mengikuti lomba Sport 7 yang sedang berlangsung di hall yaitu stand up comedy. Meski kami terburu-buru dan dibayangi ketakutan akan kehujanan di jalan, kami tetap mendukung Bara dan tertawa pada jokes-nya yang terpusat pada pacar barunya.
            Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 4 sore dengan menggunakan dua mobil dan puluhan motor. Setelah mendaki gunung, melewati lembah, dan mengarungi ciliwung, kami sampai di sana ketika matahari tergelincir-terpeleset-tersoledad memasuki peraduannya.
            Jujur saja, jalan menanjak dan memutar untuk mencapai Suka Mantri sangat amat ekstrem. Gue sama sekali tidak pernah membayangkan akan melalui jalan seperti itu, terlebih ketika kabut menyelimuti dan hanya dengan beberapa orang tersisa. Rombongan kecil yang mendaki bersama gue adalah Ilham, Gulardi, Arif, Widyo, Khoolish, Aruum, Anneke, Riska Comeh dan sugar glider milik Widyo.
            Jalan berbatu-batu diiringi gerimis yang menitik membuat tingkat kesulitan semakin tinggi. Apalagi dengan adanya jurang-jurang di kedua sisi jalan dan tidak adanya lampu, kami semua begitu tegang. Gue yakin, para cowok yang membonceng cewek pasti merasa takut setengah hidup karena mereka tidak hanya mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Sekali mereka kehilangan keseimbangan, maka hanya Allah SWT yang tahu bagaimana kelanjutannya.
            Untungnya, Allah SWT masih melindungi kami. Dengan tubuh yang lelah dan jantung nyaris keluar dari rusuk, kami semua sampai di Suka Mantri. Udaranya dingin menggigit dan pemandangannya sangat indah. Di salah satu warung bermandikan cahaya dari lentera, kami menghabiskan petang dengan saling membagi makanan.
            Kemudian masalah sesungguhnya muncul. Kami terlalu lama berada di atas dan nyaris kehabisan waktu untuk turun ke bawah. Risikonya terlalu tinggi karena jalan bertebing curam tanpa penerangan jalan, ditambah kenyataan bahwa hujan mengguyur dengan sempurna. Akhirnya kami mengambil keputusan untuk segera turun dan saling memercayai satu sama lain. Kami bekerja sama untuk saling menjaga dan menguatkan selama proses turun berlangsung.
Setelah kami semua turun dengan selamat, gue mulai berpikir ulang tentang segala hal yang terjadi, dan memutuskan untuk menulis bagian-bagian terbaik dari perjalanan nekat kami.
            Kami menemukan kepercayaan, kerja sama, dan cinta untuk sesama saudara—meski di antaranya ada yang cinlok juga loh :p hehehe—di tempat bernama Suka Mantri. Ketika jiwa menjadi taruhannya, kami semua berhasil menyatukan setiap keping kepribadian demi keselamatan bersama.
            Gue rasa nggak ada satu pun kata yang pada akhirnya sanggup menggambarkan perasaan gue dan seluruh warga XII-IPA 2 ketika kami pulang dari tempat itu. Namun satu hal yang nampak jelas adalah kami semakin menghargai satu sama lain, juga setiap momen yang terjadi. Kami tidak membiarkan satu momen pun terlewati.
            Gue menyadari bahwa ketika kami terpaksa harus mempertaruhkan nyawa di jalan itu, kami tidak bisa meminta tolong pada orang lain. Biasanya kami pasti akan memanggil orangtua, mengandalkan pacar, atau teman, namun kali itu kami benar-benar harus berjuang sendiri.
Itulah pelajaran paling berharga yang gue dapatkan. Bahwa suatu hari nanti, suka tidak suka, mau tidak mau, akan datang saatnya ketika keadaan tidak memungkinkan kita untuk meminta tolong pada orang lain. Kita harus berjuang sendiri, apalagi jika melibatkan nyawa di dalamnya. Kita hanya bisa menyelamatkannya dengan usaha kita sendiri.
Untuk Ilham, terima kasih sudah membawa gue dengan selamat. Untuk Cibow, terima kasih sudah mengkhawatirkan muka pucat gue. Untuk Marsekal, terima kasih untuk pinjaman jaket barunya. Untuk Moudy, terima kasih untuk pelukan penenangnya. Untuk Aul, terima kasih untuk sesi curhat di depan warung. Untuk Lubna dan pacarnya, terima kasih sudah mengizinkan gue menumpang di mobil kalian dalam perjalanan pulang.
Dan untuk XII-IPA 2, terima kasih untuk pengalaman yang begitu berharga ini.

NB : Bara dapat juara 3 di stand up comedy loh, yeah~ standing applause for Bara :D

Hari Pakai Kerudung, 8-11-13
Setelah makan malam ditemani sukro

Dan diiringi lagu Mirrors versi Boyce Avenue

Rabu, 30 Oktober 2013

XII IPA 2 : Part of Introducing

XII-IPA 2 adalah sebuah kelas angkatan tahun 2013/2014 di SMAN 7 Bogor. Dihuni oleh 36 siswa serta siswi dari berbagai kasta dan dipimpin oleh Bu Tati.
            Pertama kali ide untuk menulis ini muncul saat gue makan biskuit cokelat dicampur softdrink, rasanya menyengat tapi manis. Ya, itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan XII-IPA 2.
            Dengan dikepalai oleh Ferdyanto dan Arif Budiharjo sebagai Ketua Kelas yang selalu melakukan stand up comedy di mana pun mereka berada, didampingi oleh Moudy K.D dan Erina Sandra sebagai Sekertaris favorit versi seluruh cowok di muka bumi, dan diikuti Riska Amelia juga Tarsius—Yeni maksudnya hehehe peace—sebagai Bendahara paling cekatan dalam masalah narik duit, XII-IPA 2 benar-benar kelas paling nggak sepi di SMAN 7.
            Dan masih banyak rakyat lain yang ajaib bin alay dan mungkin akan gue tulis di kesempatan-kesempatan berikutnya. Sekarang biar gue menyelesaikan part of introducing XII-IPA 2.
Pertama kali masuk ke kelas ini yang terpikir oleh gue adalah betapa beruntungnya gue karena bisa satu kelas dengan orang-orang pintar yang kompeten di bidangnya masing-masing, dan tidak ada satu pun anak yang menunjukkan gejala ‘anak gaul’. Itulah yang paling gue syukuri. Bisa dikatakan seluruh warga XII-IPA 2 memang sedikit keterlaluan ketika bercanda, namun mereka tidak pernah bermaksud untuk menyakiti dan yang paling penting mereka tidak pernah terlibat dalam hal non-academic yang sudah menjadi prestasi khas SMAN 7.
            Setiap anak selalu bersemangat ketika pelajaran Eksakta—Matematika, Fisika, Kimia—dan akan tidur berjama’ah saat pelajaran PKn berlangsung. Yang lebih mengesankan lagi, ketika ada jam kosong mereka akan melakukan berbagai permainan kocak yang selalu mengundang tawa. Lalu bagian anehnya adalah saat jam istirahat, kelas selalu hampir kosong, karena biasanya yang tersisa hanya gue dan teman sebangku gue; Aul.
            XII-IPA 2 bahkan menjadi semacam tempat cinlok paling pewe, karena para pemuda-pemudi yang menggebet teman sekelasnya sendiri bisa jadi lebih rajin ke sekolah dan rajin berbaur di mana pun gebetannya berada. Misalnya cowok yang duduk di depan bisa pindah ke belakang demi cewek gebetannya, pun begitu sebaliknya. Dan gue suka melihat itu, karena khas anak SMA. Saat jatuh cinta menjadi hal sederhana yang membahagiakan dan melihat orang yang disukai tersenyum pun menjadi alasan kuat untuk tenggelam dalam ribuan angan konyol. Ya, itulah SMA.
            XII-IPA 2 juga kompak dalam hal ‘garing’ ketika mengerjai temannya yang ulang tahun. Contohnya saja dua kasus baru-baru ini, ketika Masekal dan Aul ulang tahun. Sebenarnya niat kami baik—untuk membuat mereka panik atau tidak nyaman atau entahlah—namun akhirnya semua berakhir awkward karena jebakannya gatot alias gagal total bin cacat parah.
            XII-IPA 2 nggak pernah absen dalam hal melakukan game konyol, apalagi ada Bara Dahana sebagai tetua terhormatnya. Contohnya saat mereka bermain truth or dare beberapa bulan lalu. Moudy kebagian jatah untuk berpose alay, Arif dapat tugas mencium ketiak Deden, Eva kelimpahan misi untuk merayu Wahyudin, and the best dare ever jatuh pada Bara yang dapat jackpot untuk mencium kaus kaki Deden.
Just FYI, setelah itu Bara muntah-muntah dan wajahnya pias selama satu jam. Entah racun seperti apa yang sudah dihasilkan tubuh Deden, karena sepertinya semua orang begitu niat menjadikannya objek penciuman dan subjek yang dijadikan korban pasti hampir koma.
            Nah, beberapa hari yang lalu gerombolan gamers itu kembali beraksi. Kali itu mereka memainkan ‘kotak pos’ dan mereka menciptakan berbagai nama sebutan yang demi kebaikan generasi muda bangsa Indonesia tidak usah disebutkan di sini. Secara bergantian mereka bermain dan ada saja tingkah yang membuat penontonnya tertawa. Contohnya saat Faqih digerayangi Bara, lalu saat Bara ditinggal sendirian di dalam kelas sementara seluruh penghuni XII-IPA 2 lainnya cekikikan di luar.
            Okay, mungkin itu saja yang bisa gue tulis untuk saat ini. Kalau mengikuti gaya bahasa Aul, Basa Sunda dan Sejarah lagi minta dikelonin so I gotta go. See ya in next posting about XII-IPA 2.

Hari Libur Mandi, 27-10-13
Sambil makan Togo dan Fanta

Ditemani lagu Somewhere in Neverland