Sabtu, 26 April 2014

For Somebody Out There

Mencintaimu tak pernah mudah bagiku.
Namun aku tetap teguh, tak kubiarkan jiwaku disesap ragu. Aku melihatmu sebagai seseorang yang sudah selayaknya berada di hidupku. Seluruh risiko itu sepadan untuk memperjuangkanmu. Membawamu dalam hidupku. Kamu bukan pilihanku, namun hati ini memilihmu.
Entah sejak kapan, kamu menjadi pusat semestaku. Kamu menjadi bagian permanen dalam hidupku, membuatku tak lelah menyambut hari karena kutahu akan melihatmu. Kamu datang dengan luka yang tak kusangka mampu menghapus dukaku. Aku tak lagi rapuh, karena aku mengharapmu untuk bersandar padaku. Membagi harimu bersamaku.
Namun aku hanya sanggup menatap punggungmu, memuja bayangmu. Bersama jiwa yang merindu, berselimut angan penuh ragu. Hanya melihatmu ketika kamu berlalu, sungguh hanya mampu membisikkan namamu dalam kalbu.
Kamu berdiri bagaikan matahari abadi yang mengiris hati. Begitu nyata, namun tak kan pernah termiliki. Kamu menerima seluruh cela hingga mendekapnya menjadi sempurna. Kamu membuatku melihat sesuatu yang tak kuduga akan mengubahku.
Ya, itulah dirimu. Yang kuberi hatiku, bahkan tanpa perlu kamu tahu.
Lambat-laun, seiring berlarinya waktu, kamu menghampiriku. Kamu membagi senyum juga tawamu. Kamu menceritakan mimpi-mimpimu. Membuatku selalu bersyukur, karena aku tak lagi harus bersembunyi dalam bayang-bayang hanya untuk melihatmu. Kamu ada dan menjadi nyata dalam hidupku.
Dan aku tersadar, aku tak hanya memberimu hatiku. Aku telah merelakan seluruh rasaku. Jika ada satu kata yang mampu menggambarkannya, biarlah satu kata itu menjadi pengingatku tentang dirimu.
            Kamu dan aku selayaknya angin yang meniup daun. Hanya membiarkan cinta berlalu, berdiam diri sementara hati membeku. Tak tahukah kamu bahwa waktu tak mungkin kembali padamu? Waktu hanya merenggut, lalu menghilang dibalik serpihan abu.
            Kamu dan aku tak kan pernah menemukan muara. Setiap langkah yang kita lalui hanya membawa perih ini pada jalan yang sepi. Jalan yang tak menyatukan kita di akhir nanti. Jalan yang terus berputar, memaksa kita berdiri tegak dengan hati tak terselamatkan.
            Hari demi hari yang berlari hanya memberi satu kenyataan pasti; kamu dan aku tidak akan berada dalam satu kata memiliki.
            Mencintaimu sungguh tak mudah bagiku. Namun sekalipun aku harus terjatuh dan menunggu, aku akan tetap mencintaimu.

Sabtu, 26-04-14
Coretan hati selama Ujian Nasional
Based on true story


Tidak ada komentar:

Posting Komentar