Jumat, 01 November 2013

Analogi Jalan Menuju Cita-cita

Bukankah ada banyak hal yang dapat dianalogikan dengan kehidupan?
Beberapa hari yang lalu gue menyadari, bahwa setiap hal yang ada di sekitar kita dapat kita pahami dengan cara yang lebih sederhana.
            Salah satunya adalah meraih cita-cita.
            Menurut gue, secara garis besar ada dua kondisi yang dapat menjadi jalan untuk meraih cita-cita. Yaitu jalan yang terang karena disinari cahaya, dan jalan yang gelap karena tidak disinari cahaya. Singkatnya; orang yang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam ekonomi.
            Bayangkan ada dua orang dalam dua ruangan berbeda. Di ruang pertama terdapat si A dengan disinari cahaya, dan di ruang ke dua terdapat si B yang diselimuti kegelapan. Menurut kalian, siapa yang lebih mudah keluar dari ruangan tersebut?
            Menurut gue, tidak ada satu pun yang merasa lebih mudah untuk keluar dari ruangan itu.
Untuk kasus A, dia memiliki kelebihan untuk lebih cepat menemukan pintu keluar. A melihat pintu keluar tersebut. Ia bisa menghindari kursi yang menghalangi langkahnya, juga memindahkan paku dari jalannya. Namun bersamaan dengan itu, dia pun harus melihat segala hal dalam ruangan itu, yang berisi banyak barang bagus juga menarik. A memiliki kesempatan untuk mencapai pintu keluar dengan cepat, atau membiarkan dirinya untuk tetap di dalam ruangan dan menikmati hal-hal menarik itu selama sesaat.
Sementara untuk kasus B, dia memiliki kesulitan untuk melihat pintu keluar dan sering terjatuh dalam proses mencari pintu tersebut. B akan lebih mudah menyerah, karena tidak ada hal yang lebih menakutkan selain melawan musuh yang tak terlihat. Namun dia tidak harus melihat segala hal dalam ruangan itu, sehingga dia tidak akan terjerat di dalamnya. Ketika B berhasil menepikan ketakutannya, dia pasti akan lebih mudah memerintah dirinya untuk tetap berjuang menuju pintu keluar itu, karena memang tidak ada hal lain yang bisa dilihatnya.
Pada dasarnya A dan B memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. A memiliki jalan yang sudah terlihat, namun harus menahan dirinya agar tidak menuju jalan lain. Sedangkan B tidak dapat melihat jalannya, namun dapat dengan mudah memerintahkan dirinya hanya untuk meniti jalan itu. A mendapat jalan yang nampak jelas di matanya, sementara B mendapat motivasi dan keteguhan hati.
Dari dua kasus tersebut, gue mendapat satu kesimpulan : kelebihan dan kekurangan selalu datang dalam satu paket. Hanya bagaimana cara kita menghadapi dan menyikapinya yang membuatnya berbeda. Kita bisa mengubah kekurangan menjadi kelebihan, ataupun mengubah kelebihan menjadi kekurangan.
Yang mana pun dari dua hal tersebut, seluruh keputusannya ada di tangan kita.
Kita yang membuat pilihan.

Hari Kedua Try Out II, 01-11-13
Setelah gereget karena nggak bisa streaming The Heirs

Dan malas kuadrat buat berkubang bersama tugas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar